Jambi, Bungotv.co – Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan jawaban resmi Pemerintah Provinsi Jambi atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Jambi terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2025. Jawaban itu ia sampaikan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi bertempat di Gedung DPRD Provinsi Jambi Rabu.
Dalam rapat paripurna tersebut, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan sepanjang tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan di tahun mendatang.
Pada sektor kesehatan Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa angka keberhasilan pengobatan TBC mencapai 87 persen dari target 90 persen dan menempatkan Jambi pada peringkat ke-9 nasional. Untuk itu upaya percepatan terus dilakukan melalui pembentukan tim percepatan eliminasi TBC serta optimalisasi penggunaan tes cepat molekuler di berbagai fasilitas layanan kesehatan.
Selain itu eliminasi malaria juga menunjukkan progres signifikan, dengan 8 dari 11 kabupaten/kota atau 72,72 persen wilayah telah dinyatakan bebas malaria. Sementara itu, tiga daerah yakni Batang Hari, Sarolangun, dan Merangin masih dalam proses percepatan eliminasi melalui penguatan surveilans dan intervensi berbasis wilayah.
“Dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi, kami menyampaikan jawaban resmi Pemerintah Provinsi Jambi atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap LKPJ tahun anggaran 2025. Berbagai capaian pembangunan sepanjang tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan ke depan. Pada sektor kesehatan, angka keberhasilan pengobatan TBC mencapai 87 persen dari target 90 persen dan menempatkan Jambi pada peringkat ke-9 nasional. Upaya percepatan terus dilakukan melalui pembentukan tim percepatan eliminasi TBC serta optimalisasi penggunaan tes cepat molekuler di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Selain itu, eliminasi malaria juga menunjukkan progres signifikan, dengan 8 dari 11 kabupaten/kota atau 72,72 persen wilayah telah dinyatakan bebas malaria, sementara tiga daerah lainnya masih dalam proses percepatan eliminasi melalui penguatan surveilans dan intervensi berbasis wilayah,” ujar Al Haris.
Penulis: Reza Fender Rizky, Bungotv.









