Muara Bungo, Bungotv.co – Dari sekadar hobi menjadi pundi-pundi rezeki, para penjual aneka takjil kini meraup omzet berlipat ganda seiring tingginya antusiasme warga yang mencari hidangan berbuka puasa yang praktis dan menggugah selera.
Suasana menjelang waktu berbuka puasa terlihat ramai di lapak para pedagang takjil. Salah satu menu yang paling diminati masyarakat adalah kolak. Rasa manis dari gula merah serta santan yang gurih menjadikan kolak sebagai hidangan favorit saat berbuka.
Selain kolak, pedagang juga menjual berbagai jenis takjil lainnya seperti risol, lopis, lapek, malabar mini, hingga kue-kue tradisional. Banyaknya pilihan membuat masyarakat tertarik untuk membeli sebagai menu berbuka bersama keluarga.
Selama bulan Ramadan, penjualan takjil mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa. Bahkan dalam satu hari, dagangan sering kali habis terjual sebelum waktu Magrib tiba.
Salah seorang pedagang takjil, Mami Cipiti, mengaku bersyukur atas peningkatan penjualan tahun ini. Ia menyebutkan, jika tahun lalu produksinya masih terbatas, kini ia mampu menyiapkan sekitar 700 risol setiap harinya dan selalu habis terjual.
Mami Cipiti juga berharap ada penerus dari keluarganya yang mau melanjutkan usaha tersebut, agar tradisi turun-temurun ini tetap berjalan baik dan terus bisa melayani masyarakat di Ramadan-Ramadan berikutnya.
“Untuk risol, kami bisa menghabiskan sekitar 700 pieces per hari selama Ramadan. Untuk kue lainnya, kami membuat sekitar 200 buah per jenis. Total ada delapan macam kue, namun memang yang paling banyak kami produksi adalah risol karena paling best seller untuk gorengan. Kalau untuk kolak dan bubur, semuanya sekitar 300 cup per hari, terdiri dari kolak pisang, bubur campur, kolak candil, bubur kacang hijau, dan bubur sumsum. Alhamdulillah, tahun ini meningkat. Tahun lalu kami hanya membuat 500 pieces risol, sekarang sudah 700 pieces. Dulu juga belum menjual bubur kacang hijau, sekarang kami jual dan porsinya pun kami tambah,” ujar Mami Cipiti.
Penulis: Anesa, Bungotv.









