Bungotv.co, Muaro Jambi – Desa Pematang Jering merupakan salah satu desa di Kabupaten Muaro Jambi yang menjadi daerah pemasok ikan terbesar di Jambi. Ikan hasil budidaya warga ini tidak hanya dijual dalam Provinsi Jambi, tetapi juga ke pasar luar provinsi seperti Sumsel.
Dalam satu hari, ada sekitar 25 ton ikan nila yang berhasil dijual ke pasar, dalam mendukung swasembada pangan berupa ikan.
Akibat anomali cuaca dan perubahan kualitas air, puluhan ikan di kerambah jaring apung di Pematang Jering, Muaro Jambi, mati mendadak dalam dua pekan terakhir. Hampir di setiap petak kerambah milik para pembudidaya ikan jaring apung di sepanjang Sungai Batanghari, tepatnya di Desa Pematang Jering, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, ditemukan bangkai ikan.

Dalam satu hari, ada 5 hingga 10 ekor ikan yang mati di dalam satu petak kerambah. Salah seorang pembudidaya ikan, Zulkifli, mengatakan bahwa kematian ikan mendadak telah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Ikan jenis nila ini diduga mati karena kondisi air yang keruh, yang menurunkan kualitas air akibat anomali cuaca panas pada musim kemarau yang tengah berlangsung.
Mayoritas penduduk di Desa Pematang Jering merupakan pembudidaya ikan kerambah jaring apung. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar persoalan ikan mati mendadak ini tidak berkepanjangan.
Penulis : Amrizal Fadli, Bungotv.









