Perkuat Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Keluarga
Pembangunan juga diarahkan untuk memperluas perlindungan sosial. Melalui Program Orang Tua Asuh, pemerintah daerah mengajak pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memberikan dukungan kepada anak yatim berusia hingga 15 tahun.
Berdasarkan surat edaran bupati tertanggal 9 September 2026, program ini menetapkan santunan Rp200 ribu per anak setiap bulan, dengan pemberian berkelanjutan minimal satu tahun.
Sementara itu, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bungo di bawah kepemimpinan Hj. Elza Kurniawati turut berkontribusi melalui program kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui revitalisasi posyandu, penguatan pendidikan anak usia dini, gerakan Gema Sahabat Bersama Bungo Pintar, pengembangan usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K), serta pemanfaatan pekarangan melalui program Aku Hatinya PKK.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus memperkuat infrastruktur dasar. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) telah merealisasikan bantuan untuk 108 unit rumah. Akses sanitasi layak dan aman juga telah menjangkau 66.793 rumah atau 88,32 persen.
Untuk meningkatkan konektivitas digital, pemerintah daerah turut memprioritaskan layanan internet berbasis satelit Starlink bagi sejumlah dusun yang mengalami keterbatasan jaringan seluler.
Memasuki usia ke-61, Kabupaten Bungo masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah, terutama perbaikan jalan rusak berat, pemerataan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui tema Menuju Bungo Baru: Kreatif dan Berdaya Saing, pemerintah daerah mendorong sinergi lintas sektor agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.











