Bungo, Bungotv.co – Kabut asap pekat yang menyelimuti Kabupaten Bungo dan sekitarnya mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Muara Bungo. Terbatasnya jarak pandang menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami pembatalan hingga pengalihan karena kondisi belum memenuhi kebutuhan keselamatan pendaratan.
Selama Oktober 2026, Bandara Muara Bungo baru melayani dua kali penerbangan. Selebihnya, aktivitas penerbangan terganggu akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor UPBU Kelas III Muara Bungo, Sony Aditya Pratama mengatakan penerbangan rute Jakarta–Muara Bungo dan sebaliknya yang dilayani maskapai Batik Air menggunakan pesawat Airbus A320 membutuhkan jarak pandang minimum 2.600 meter untuk mendukung proses pendaratan yang aman.
Namun, hingga Jumat (9/10/2026), jarak pandang di Bandara Muara Bungo dilaporkan hanya berkisar 700 meter. “Kondisi tersebut jauh di bawah kebutuhan jarak pandang untuk pendaratan pesawat.,” ujarnya.
Akibatnya, sejumlah penerbangan mengalami gangguan. Bahkan pesawat yang sempat mencoba terbang menuju Muara Bungo gagal mendarat dan terpaksa kembali ke Jakarta karena jarak pandang yang tidak memadai.
Kondisi ini turut berdampak pada mobilitas masyarakat, terutama calon penumpang yang memiliki urusan mendesak. Ketidakpastian jadwal penerbangan membuat sebagian penumpang memilih jalur alternatif melalui wilayah Sumatera Barat.
Pihak pengelola Bandara Muara Bungo berharap kondisi cuaca dan kabut asap segera membaik sehingga jarak pandang kembali memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
Reporter: Agustian









