Muara Bungo, Bungotv.co – Pemerintah Kabupaten Bungo kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi seluruh siswa setelah kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memburuk.
Memasuki hari kedua, PJJ diberlakukan mulai 1 hingga 3 Oktober 2026 untuk jenjang PAUD, SD, hingga SMP di seluruh Kabupaten Bungo.
Kebijakan tersebut diambil setelah hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 286, yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo Anna Lukita mengatakan, kebijakan PJJ diberlakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi siswa dari paparan udara yang tidak sehat.
“Pembelajaran jarak jauh ini diberlakukan selama tiga hari, mulai 1 sampai 3 Oktober,” kata Anna.
Menurutnya, metode pembelajaran disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Sekolah dapat menerapkan pembelajaran secara daring, luring, maupun kombinasi keduanya.
Bagi sekolah yang terkendala akses listrik maupun internet, pembelajaran dilakukan secara luring menggunakan modul cetak dan penugasan mandiri.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga meminta sekolah menyederhanakan beban belajar selama masa darurat. Materi pembelajaran difokuskan pada penguatan literasi dan numerasi agar tidak membebani siswa maupun orang tua.
Selain menerapkan PJJ, Pemkab Bungo mengimbau orang tua dan warga sekolah mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.
Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan kabut asap.
Anna menegaskan, evaluasi kegiatan belajar mengajar akan terus dilakukan dengan melihat perkembangan kualitas udara di Kabupaten Bungo.
“Untuk pelaksanaan kegiatan belajar selanjutnya, kita akan menyesuaikan dengan kondisi kualitas udara,” ujarnya.
Jika kualitas udara belum membaik, kebijakan pembelajaran akan kembali dievaluasi berdasarkan kondisi terbaru di lapangan.
Reporter: Agustian









