Jambi, Bungotv.co – Risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi masih berada pada tingkat waspada. Cuaca panas dan belum turunnya hujan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi kebakaran.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan perkembangan titik panas maupun titik api di sejumlah wilayah terus dipantau melalui aplikasi. Pemerintah Provinsi Jambi juga memperkuat penanganan di lapangan untuk mencegah kebakaran meluas.
Menurut Al Haris, kondisi cuaca yang masih panas membuat risiko karhutla belum sepenuhnya mereda. Upaya modifikasi cuaca atau operasi modifikasi cuaca (OMC) juga menghadapi kendala karena belum terbentuk awan yang berpotensi membawa hujan.
“Untuk OMC juga ada kendala karena awan pembawa hujan belum terbentuk,” kata Al Haris.
Selain OMC, upaya pemadaman melalui water bombing juga tidak mudah dilakukan. Luasnya area yang terbakar serta keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman dari udara.
Saat ini, tim gabungan masih menangani sejumlah titik api di wilayah Provinsi Jambi. Al Haris menyebut tiga titik menjadi perhatian, yakni di Rantau Rasau, Bukit, dan kawasan Berbak Sembilan.
Sementara itu, kebakaran di Kumpeh Ulu dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Adapun titik api di Londang masih dalam proses penanganan oleh tim di lapangan.
Pemprov Jambi terus menambah kekuatan personel dan unsur terkait untuk mempercepat proses pemadaman. Langkah ini dilakukan sekaligus untuk mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.
Reporter: Reza Fender Rizky









