Home / Batanghari / Sosial

Senin, 14 April 2025 - 15:52 WIB

Heboh Penemuan Mayat, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Batang Tembesi

Bungotv.co, Batanghari – Penemuan mayat pria tanpa identitas di Sungai Batang Tembesi menghebohkan warga Desa Matagual, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, pada Senin pagi.

Bagian tubuh mayat tersebut tampak sudah membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Warga yang menemukan jasad mengapung di aliran sungai itu segera melakukan upaya evakuasi menggunakan perahu.

Baco Jugo :   Sambut Hari Anak Nasional 2025, Bupati Bungo Dukung Kampung Dongeng

Setelah berhasil dibawa ke pinggir sungai, jenazah langsung dibawa oleh pihak BPBD Batanghari ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Bulian.

 

Pengelola Penanggulangan Bencana BPBD Batanghari, Anwar, mengatakan bahwa jenazah akan diidentifikasi oleh pihak kepolisian bersama tim medis guna mencari bukti penyebab kematian serta identitas dari mayat tersebut.

Baco Jugo :   Dampak Kekeringan di Batanghari, 248 Hektare Padi Gagal Panen di 5 Kecamatan

Pihak BPBD juga mengimbau kepada masyarakat Batanghari maupun luar daerah agar dapat memberikan informasi kepada kepolisian apabila merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri yang sesuai dengan mayat tersebut.

Penulis : Agustian, Bungotv.

 

Share :

Baca Juga

Batanghari

Ops Ketupat 2026, Ratusan Personel Gabungan Mulai Disiagakan

Batanghari

Perbaikan Ruas Jalan Jendral Sudirman, Jalan Mulai Ditangani Sementara dengan Cara Ditimbun

Batanghari

Truk Cargo Tabrak Median Pembatas Jalan di Muara Bulian

Batanghari

Hikmah Ramadhan, Ajang Meningkatkan Kesempurnaan Amal

Batanghari

Timur Tengah Memanas, Calon Jamaah Umroh Diimbau Tunda Keberangkatan

Batanghari

Semarak Ramadan 1447 Hijriah, Bupati Fadhil Arief Buka Lomba Semarak Ramadan Super Tangguh

Batanghari

Ruas Jalan Jenderal Sudirman Rusak, DPRD Batang Hari Desak Pemprov Segera Perbaiki Jalan Rusak

Batanghari

Polemik Angkutan Batu Bara, Petugas Tindak Tegas Truk Tronton Pengangkut Batu Bara