Bungotv.co, Sarolangun – Kedatangan para aktivis PMII ini disambut langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sarolangun, H. Muhammad Syaihu, didampingi anggota DPRD HJ Fatimah dan Lina Shadewi, serta Kabag Persidangan Hadivis beserta staf sekretariat dewan lainnya.
Dalam unjuk rasa yang digelar di halaman Gedung DPRD Kabupaten Sarolangun ini, para aktivis mempertanyakan keabsahan pergantian PJ Bupati Sarolangun. Selain itu, mereka menduga adanya indikasi pelanggaran undang-undang dalam proses pergantian tersebut.
Unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 10.30 ini berlangsung alot. Awalnya, H. Syaihu menawarkan agar mahasiswa diwakili oleh tiga orang, namun mahasiswa menuntut agar seluruh peserta dapat masuk ke gedung DPRD. Setelah berkordinasi dengan Kabag Ops Polres Sarolangun, pihak dewan kembali menawarkan perwakilan sebanyak tujuh orang, tetapi tawaran ini juga ditolak. Akhirnya, menjelang sholat Zuhur, kesepakatan tercapai bahwa sepuluh orang perwakilan mahasiswa diizinkan masuk.
Perwakilan mahasiswa yang terdiri dari sepuluh orang ini akhirnya diterima oleh pihak dewan yang dipimpin oleh H. Muhammad Syaihu di ruang rapat DPRD Kabupaten Sarolangun. Di dalam ruang rapat, H. Syaihu mempersilakan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Setelah mahasiswa menyampaikan aspirasinya, H. Syaihu meminta maaf karena unsur pimpinan DPRD Kabupaten Sarolangun tidak dapat menemui mereka, mengingat mereka sedang berada di Jambi. Terkait tuntutan mahasiswa, H. Syaihu menyatakan bahwa pihaknya akan menyurati Gubernur Jambi dan Kemendagri untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa mengenai alur dan mekanisme penunjukan PJ Bupati Sarolangun.
Unjuk rasa ini dijaga ketat oleh pihak Satpol PP Kabupaten Sarolangun, Polres Sarolangun, dan Danramil Sarolangun. Di akhir unjuk rasa, pihak sekretariat DPRD Kabupaten Sarolangun menyediakan makan siang untuk para mahasiswa yang berunjuk rasa.
Penulis : Tim Reaksi, Bungotv.








