Bungotv.co, Merangin – Bertempat Di Samping Hutan Adat Kuto Hayo Atau Di Halaman Depan Rumah Singgah Hutan Adat, Pemerintah Desa Rantau Limau Manis Menyambut Kedatangan Bupati Merangin H Mashuri.
Kedatangan Orang Nomor Satu Di Pemerintahan Daerah Kabupaten Merangin Ini Disambut Dengan Persembahan Silat Tradisional Dan Pengalungan Selendang Kepada H Mashuri.
Di Hadapan Bupati Merangin H Mashuri, Ketua Lembaga Adat Desa Rantau Limau Manis Dan Didampingi Anggota Menjelaskan Sejarah Panjang Dari Hutan Adat Kuto Hayo Yang Akan Di Resmikan Oleh Bupati Merangin Ini.
Menurut Catatan Sejarah Pada Dahulunya Hutan Adat Kuto Hayo Ini Adalah Merupakan Kawasan Tempat Tinggal Bagi Para Nenek Moyang Mereka, Namun Kawasan Tersebut Dinyatakan Hilang Namun Yang Tersisa Hanya Beberapa Makam, Makam Tersebut Dinyatakan Sebagai Makam Dari Nenek Moyang Mereka.
Pernyataan Yang Sama Juga Disampaikan Oleh Aswani, Selaku Kades Rantau Limau Kapas. Disampaikan Olehnya, Bahwa Keturunan Dari Kuto Hayo Tersebut Berpencar Di Lima Daerah, Pertama Rio Muko Muko Caco Dirajo Yang Mendiami Desa Rantau Limau Manis, Kedua Rio Setyo Negoro Mendiami Rantau Panjang, Ketiga Adalah Rio Pamuncang Yang Tinggal Di Desa Kapuk, Yang Keempat Adalah Rio Pemarap, Ia Menetap Di Desa Kapuk, Untuk Rio Bendaro Lebih Menetap Di Desa Pulau Aro Dan Rio Pamuncak Akhirnya Memilih Menetap Di Desa Muara Jernih.
Jadi Menurut Aswani,Menurut Dari Runut Sejarah Ini,Maka Kelima Daerah Tersebut Merupakan Berasal Dari Satu Garis Keturunan.
Berdasarkan Nilai Sejarah Ini,Bupati Merangin H Mashuri Mengharap Agar Hutan Adat Kuto Hayo Yang Mempunyai Nilai Sejarah Yang Aman Tinggi Ini Harus Dijaga Dengan Baik,Agar Nilai Sejarahnya Tidak Hilang Untuk Di Masa Yang Akan Datang.
H Mashuri Juga Menjelaskan Bahwa Apabila Hutan Adat Kuto Hayo Ini Terjaga Dengan Baik, Maka Hal Ini Akan Menjadi Eikon Desa
Usai Mengucapkan Kata Peresmian, Bupati Merangin H Mashuri Terlihat Memikul Gong/Menggunting Pita Dan Sekaligus Menandai Prasasti Peresmian Yang Telah Disiapkan Oleh Oleh Panitia.