Home / Bungo

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:34 WIB

Harga Kedelai Melonjak, Industri Tahu Rumahan Bertahan di Tengah Tekanan Biaya Produksi

Harga Kedelai Melonjak, Industri Tahu Rumahan Bertahan di Tengah Tekanan Biaya Produksi

Harga Kedelai Melonjak, Industri Tahu Rumahan Bertahan di Tengah Tekanan Biaya Produksi

MUARA BUNGO, Bungotv.co – Lonjakan harga kedelai di pasaran mulai memberikan tekanan besar terhadap pelaku usaha tahu skala rumahan. Kenaikan harga bahan baku membuat para pengrajin harus mencari berbagai cara agar produksi tetap berjalan dan pelanggan tidak beralih ke produk lain.

Salah satu pengrajin tahu di Muara Bungo, Seno mengaku harga kedelai mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Harga kedelai yang sebelumnya berkisar Rp480 ribu per karung kini mencapai Rp600 ribu per karung.

Kenaikan harga bahan baku tersebut diduga dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini berdampak langsung pada biaya produksi yang harus ditanggung para pelaku usaha.

Baco Jugo :   Ratusan Penggerak Ekonomi Rakyat Berjuang Bersama UMKM Bungo JADI SMART

Meski biaya produksi meningkat, Seno memilih untuk tidak menaikkan harga jual tahu. Ia juga tetap mempertahankan ukuran dan jumlah produksi harian demi menjaga kepercayaan pelanggan yang selama ini menjadi pasar utamanya.

“Kalau harga jual dinaikkan, kami khawatir pelanggan berkurang. Karena itu, kami masih bertahan dengan harga yang sama meski keuntungan semakin kecil,” ujar Seno.

Akibat kebijakan tersebut, margin keuntungan yang diperoleh pengrajin tahu terus menyusut. Namun, mereka menilai langkah itu masih menjadi pilihan terbaik agar usaha tetap berjalan dan tenaga kerja tetap dapat dipertahankan.

Baco Jugo :   Kunjungan Gakkumdu Provinsi Jambi, Gakkumdu Bungo Paparkan Situasi Selama Tahapan Pilkada

Para pelaku industri tahu rumahan berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat mengambil langkah untuk membantu menstabilkan harga kedelai. Mereka menilai kestabilan harga bahan baku sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah yang bergantung pada komoditas tersebut.

Jika kondisi ini terus berlangsung, para pengrajin khawatir daya tahan usaha mereka akan semakin melemah dan berdampak pada produksi serta pendapatan pelaku UMKM di daerah.

Penulis: Ade R.A

Share :

Baca Juga

Bungo

35 Calon Jamaah Haji Bungo Tunda Keberangkatan

Bungo

Polemik Dapodik SDN 100 Bungo, 20 Siswa Difasilitasi Pindah, Darwandi Minta Sekolah Lebih Profesional

Bungo

20 Siswa SDN 100 Bungo Terancam Pindah Sekolah, Wali Murid Minta Keadilan

Bungo

Minibus Diduga Pelangsir BBM Terbakar di SPBU Sungai Bengkal

Bungo

Warga Keluhkan Tarif Parkir Expo HUT Bungo ke-61, Motor Rp10 Ribu Mobil Rp15 Ribu

Bungo

Bupati Bungo Bersama Rocky Candra Tinjau Pembangunan Jaringan Listrik 16 Kilometer

Bungo

Pria Asal Sumbar Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Toko Batako Muara Bungo

Bungo

HUT ke-61 Kabupaten Bungo, DPRD Tekankan Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat