Muara Bungo, Bungotv.co – Upaya pembenahan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bungo, Jambi, terus dikebut. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bungo secara resmi mengajukan usulan anggaran revitalisasi besar-besaran ke pemerintah pusat melalui APBN.
Langkah strategis ini diambil guna mengatasi persoalan kerusakan bangunan hingga minimnya fasilitas penunjang belajar mengajar di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bungo, Anna Lukita, mengungkapkan bahwa usulan tersebut telah disampaikan dalam pertemuan khusus di Jakarta pada akhir bulan lalu. Fokus utama usulan ini adalah perbaikan gedung sekolah yang masuk kategori rusak sedang hingga berat.
“Kami memprioritaskan 65 Sekolah Dasar (SD) dan 24 Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk segera mendapatkan revitalisasi bangunan,” ujar Anna Lukita.
Selain perbaikan fisik gedung, usulan tersebut juga mencakup digitalisasi dan kesehatan lingkungan sekolah. Tercatat, sebanyak 46 sekolah diusulkan untuk mendapatkan pengadaan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Tak hanya itu, masalah akses air bersih juga menjadi perhatian dengan pengajuan pembenahan sanitasi bagi 49 sekolah. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan mendukung digitalisasi pendidikan di tingkat daerah.
Salah satu persoalan paling krusial yang dilaporkan adalah keterbatasan furnitur atau meubeler. Dinas Pendidikan mencatat adanya laporan siswa yang terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di lantai akibat ketiadaan meja dan kursi yang layak.
Menanggapi hal tersebut, pihak dinas mengusulkan pengadaan meubeler secara masif yang mencakup 205 Sekolah Dasar (SD) dan 64 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Terobosan lain yang diusung Pemerintah Kabupaten Bungo adalah konsep Sekolah Terintegrasi. Konsep ini bertujuan menggabungkan jenjang SD dan SMP dalam satu kawasan untuk meningkatkan efisiensi serta pemerataan akses pendidikan.
Dari enam wilayah yang diajukan, satu wilayah di Pelepat Ilir telah mendapatkan lampu hijau dan diakomodir oleh kementerian terkait.
“Konsep sekolah terintegrasi ini nantinya akan mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah tersebut dan memastikan keberlanjutan jenjang pendidikan siswa dalam satu kawasan yang sama,” tutupnya.
Penulis : Muara Bungo, Bungotv.









