Bungotv.co, Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris, memberikan apresiasi kepada PT Wirakarya Sakti atas dukungannya dalam pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan. Menurut Gubernur, lahan gambut memiliki peran strategis yang perlu dikelola dengan pendekatan inovatif dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Salah satu sistem yang dinilai efektif adalah water intake milik PT WKS, yang memanfaatkan pompa untuk menyalurkan air dari Sungai Batanghari. Sistem ini terbukti mampu menjaga kelembapan lahan gambut sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran.
Gubernur Al Haris menegaskan, keberhasilan pengelolaan lahan gambut tidak terlepas dari kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta.
Sementara itu, Kepala Balai Daops se-Sumatera, Ferdi Kusnanto, mengungkapkan bahwa angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir. Tahun 2019, karhutla mencatat luas kebakaran mencapai 56.000 hektare akibat pengaruh fenomena El Niño. Namun, angka tersebut turun drastis menjadi 5.000 hektare pada 2023 dan menyusut lebih jauh di awal 2024, yaitu hanya sekitar 40–43 hektare sepanjang Januari hingga April.
Penurunan ini merupakan hasil dari berbagai faktor: curah hujan yang cukup, sinergi antarlembaga seperti Satgas Karhutla, TNI-Polri, dan komitmen tinggi dari perusahaan-perusahaan terkait.
Inisiatif cepat Gubernur Jambi dalam menetapkan status siaga darurat karhutla juga turut berperan penting dalam pengendalian dan penurunan angka kebakaran.
Penulis : Reza Fender Rizky, Bungotv.









