Home / Bungo / Pendidikan

Jumat, 7 Maret 2025 - 11:43 WIB

Menjadi Mahasiswa Berkarakter: Refleksi Ramadhan dalam Bingkai Psikologi Tingkah Laku

Bungotv.co, Muara Bungo – Mahasiswa baru merupakan fase penting dalam perjalanan akademik mahasiswa. Di tahap ini, mahasiswa mulai beradaptasi lebih dalam dengan suasana perkuliahan, mengenal ritme tugas, serta mulai memahami tanggung jawab akademik dan sosial di lingkungan kampus. Masa ini menjadi waktu strategis untuk menanamkan kebiasaan baik dalam belajar, bersikap, dan berinteraksi, agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter unggul.

Sejalan dengan momen bulan Ramadhan yang penuh makna, mahasiswa diajak untuk merefleksikan nilai-nilai kebaikan, salah satunya melalui filosofi sederhana dari operasi hitung dalam matematika, yaitu menjaga kebenaran dan meluruskan kesalahan. Dalam konteks kehidupan kampus, prinsip ini sangat relevan sebagai pedoman dalam menjalani aktivitas akademik sehari-hari.

Teori belajar psikologi tingkah laku (behavioristik),
Pembentukan karakter mahasiswa UMMUBA dapat dilakukan melalui proses pembiasaan yang berulang. Teori ini menekankan bahwa perilaku seseorang terbentuk karena adanya hubungan antara stimulus dan respons, yang diperkuat oleh adanya konsekuensi. Dengan kata lain, tingkah laku positif perlu diberikan penguatan, sedangkan kesalahan perlu diarahkan dengan koreksi yang santun agar tidak terulang kembali.

Menjaga Kebenaran dalam Aktivitas Akademik
Dalam kehidupan perkuliahan, menjaga kebenaran bukan hanya tentang kejujuran dalam mengerjakan tugas atau ujian, tetapi juga tentang keberanian bersikap adil dan bertanggung jawab. Mahasiswa UMMUBA perlu mulai membiasakan diri menyampaikan pendapat dengan santun, menghargai hak orang lain dalam diskusi, serta menyelesaikan tugas sesuai ketentuan. Pada tahap inilah penguatan positif sangat diperlukan, seperti mendapat apresiasi dari dosen atau pujian dari teman, yang kelak akan memperkuat kebiasaan tersebut menjadi bagian dari karakter diri.
Sebagaimana dalam filosofi “ positif bertemu positif menghasilkan positif ”, maka kebenaran yang dijaga dengan cara yang baik akan membawa suasana akademik yang sehat, nyaman, dan harmonis.

Baco Jugo :   Sambut Ramadhan 1446 H, Siswa Diliburkan Selama 7 Hari

Meluruskan Kesalahan dengan Bijak
Kesalahan dalam proses belajar adalah hal yang wajar. Namun, mahasiswa juga harus belajar bagaimana cara merespons kesalahan dengan dewasa. Jika ada kekeliruan, seperti kurang memahami materi, terlambat mengumpulkan tugas, atau mengalami kegagalan dalam ujian, maka langkah terbaik adalah memperbaiki dengan usaha yang lebih baik, bukan mengabaikan atau mencari alasan.
Dalam teori tingkah laku, koreksi terhadap kesalahan merupakan bentuk stimulus yang bertujuan membentuk perilaku baru yang lebih tepat. Filosofi “ negatif bertemu negatif menghasilkan positif ” mengajarkan bahwa kekeliruan yang ditangani dengan cara yang bijak dapat menjadi bahan refleksi menuju perbaikan diri.

Membangun Budaya Akademik Islami
Mahasiswa UMMUBA juga mulai berperan dalam menjaga budaya akademik kampus. Sikap saling mengingatkan dalam kebaikan, menghindari sikap masa bodoh terhadap pelanggaran kecil, serta menjaga etika dalam berinteraksi merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang bernuansa islami.
Jangan sampai muncul situasi di mana kebenaran justru disalahkan ( positif dikalikan negatif menghasilkan negatif ), atau kesalahan justru dibenarkan ( negatif dikalikan positif juga menghasilkan negatif ). Budaya seperti ini hanya akan merusak suasana akademik dan menghambat kualitas belajar. Mahasiswa perlu menjadi teladan yang mampu menghargai proses, menegakkan aturan, dan mengedepankan adab dalam setiap kegiatan.

Baco Jugo :   Jumiwan Aguza Mengisi Waktu Senggang dengan Bermain Sepakbola

Penutup
Ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbaiki diri, termasuk dalam membentuk kebiasaan akademik. Bagi mahasiswa UMMUBA, menjaga kebenaran dan meluruskan kesalahan bukan sekadar pilihan, tetapi tanggung jawab moral yang akan menjadi pondasi penting dalam perjalanan studi hingga kelak terjun di tengah masyarakat.
Dengan menerapkan filosofi sederhana ini dan menguatkannya melalui pembiasaan dalam kerangka teori tingkah laku, mahasiswa tidak hanya sukses dalam akademik, tetapi juga berhasil membangun karakter diri yang jujur, disiplin, dan berintegritas.
Langkah kecil yang dilakukan sejak semester awal akan menjadi amal jariyah, membawa keberkahan ilmu, dan menuntun kita semua menjadi insan akademik yang bermanfaat bagi sesama. Fastabiqul Khoirot.

sumber : Puput Wahyu Hidayat dan Mahasiswa PGSD Semester 2 B

Share :

Baca Juga

Bungo

Silaturahmi Akbar dan Pelantikan Pengurus HIKSA Bungo Berlangsung Sukses

Bungo

Women Support Women, IIK BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 100 Pekerja Wanita Bungo

Bungo

Wujudkan Tata Kelola Data Akurat, Pemkab Bungo Akselerasi Program Satu Data Indonesia 2026

Bungo

Cegah Penggalangan Dana Ilegal, Pemkab Bungo Wajibkan Barcode Legalitas di Kotak Amal

Bungo

Pasca Kebakaran Pasar Atas, Bupati Bungo Siapkan Langkah Relokasi dan Revitalisasi

Bungo

Tambang Emas Ilegal di Dusun Baru Pelepat, Jajaran Reskrim Polres Bungo Amankan 4 Pelaku Beserta Alat Berat

Bungo

Resmi Dilantik Jadi Komisaris Utama, Sudirman Kawal Pemulihan Bank Jambi Pasca Serangan Siber

Bungo

Memotret Kondisi Ekonomi Nasional, Sensus Ekonomi 2026 Segera Digelar Serentak