Bungotv.co, Muaro Jambi – Tanah liat merupakan bahan baku untuk membuat batu bata merah yang digunakan dalam pembangunan rumah hingga gedung. Dengan posisi yang tepat, bangunan dari batu bata merah bisa bertahan hingga ratusan tahun. Namun, sayangnya, jumlah pengrajin batu bata merah kini mulai berkurang. Hal ini disebabkan oleh sulitnya mendapatkan bahan baku seperti tanah liat.
Salah seorang pengrajin batu bata merah di Desa Kebun Sembilan, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Sanjoko, mengatakan bahwa untuk mendapatkan tanah liat, dirinya harus mengeluarkan biaya 260 ribu rupiah per truk. Meskipun harus mengeluarkan biaya tinggi, Sanjoko tetap bertahan sebagai pengrajin batu bata merah.
Dalam satu bulan, Sanjoko bisa memproduksi hingga dua kali. Dalam sekali produksi, ia bisa mencetak 63 ribu batu bata merah. Namun, pada musim hujan seperti saat ini, dalam satu bulan hanya mampu memproduksi sekali, mengingat proses pembuatan batu bata merah memerlukan sinar matahari untuk pengeringan. Produk hasil pengrajin batu bata merah dari Desa Kebun Sembilan tidak hanya dipasarkan di dalam kabupaten, tetapi juga dijual ke luar kabupaten, seperti Kota Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat. Harga batu bata merah sangat terjangkau, yakni 350 rupiah per buah.
Penulis : Amrizal Fadli, Bungotv.









