Home / Muaro Jambi

Selasa, 1 Agustus 2023 - 10:08 WIB

Sembilan Kriteria Pindah Memilih Yang Berlaku Di Kpu

Bungotv.co, Muaro Jambi –  Komisi Pemilihan Umum Memperbolehkan Bagi Pemilih Untuk Pindah Milih Pada Saat Hari Pencoblosan Nanti . Namun Dengan Ketentuan Yang Telah Ditetapkan Kpu , Diantaranya Pemilih Yang Keluar Kota Karena Tugas Kerja Saat Hari Pemilihan .

 

Kemudian Berlaku Bagi Pemilih Yang Menjalani Rawat Inap Dan Keluarga Pendamping . Narapidana Dan Rehabilitas Narkoba, Selanjutnya Mahasiswa Yang Tidak Bisa Pulang Kampung Pada 14 Februari .

Baco Jugo :   KPU Batanghari Kesulitan Deteksi Riwayat Pekerjaan Bacaleg

 

Pindah Milih Juga Berlaku Bagi Pemilih Yang Tertimpa Bencana Alam, Dan Kpu Memberikan Kemudahan Bagi Penyandang Disabilitas Yang Berada Di Panti Sosial Diluar Domisi Asli . Langkah Untuk Pindah Miliih Tidak Lah Rumit, Bagi Masyarakat Yang Telah Ditetapkan Dalam Daftar Pemilih Tetap, Cukup Melapor Kepada Panitia Pemungutan Suara . Pps Akan Menghapus Nama Di Domisili Asal, Dan Mengkonfirmasi Kepindahan Kepada Petugas Pps Yang Menjadi Tujuan Pemilih Pada Hari Pencoblosan Nanti .

Baco Jugo :   Dua Parpol Tidak Perbaiki Berkas Bacaleg Terancam Gugur

 

Bagi Pemilih Yang Pindah Milih Nantinya Akan Diberikan Formulir A5, Untuk Ditunjukan Kepada Pps Di Tempat Pemungutan Suara Yang Baru . Masyarakat Kembali Diingatkan, Bahwa Untuk Pindah Milih Diberi Waktu Sampai Batas Akhir 7 Februari 2024 Mendatang .

 

Share :

Baca Juga

Bencana

Kebakaran Lahan, Puluhan Hektar Lahan di Talang Duku Terbakar

Bencana

Kasus Karhutla, 5 Hektar Lahan Sawit Warga Terbakar

Muaro Jambi

Jelang Pilkada Serentak, PJ Bupati Raden Najmi MOU NPHD Bersama Kodim 0415 Jambi

Hukum

Konflik Lahan Koperasi, Konflik Masih Berlanjut, Petani Dihalangi Beraktivitas

Ekonomi

Harga Pakan Ikan Naik, Pendapatan Petani Turun Hingga 50 Persen

Agama

197 Jemaah Haji Muaro Jambi Tutup Rangkaian Ibadah di Tanah Suci Dengan Sholat Arbain

Bencana

Peralihan Musim, 3 Kecamatan Sudah Masuk Musim Kemarau

Hukum

ASN Terindikasi Teroris, Dua ASN Terindikasi Masuk Organisasi Terlarang